Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Contact me on Twitter , Instagram , and Facebook
For Fast Respond, send email to 11.6837@stis.ac.id
English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 30 Maret 2011

Sistem Ekonomi

 BAB I
PENDAHULUAN
  
1.1  Latar Belakang Masalah

Pembahasan tentang ekonomi dan permasalahannya, seperti tidak akan lekang dimakan zaman. Entah itu, dalam tingkat yang paling sederhana ekonomi rumah-tangga, ataupun dalam tataran yang lebih luas, dalam konteks ekonomi negara misalnya. Sifat dasar ma-nusia yang ingin selalu memenuhi kebutuhannya, semakin menambah ruang lingkup pembahasan itu semakin luas. Pembahasan masalah ekonomi berkembang menjadi pem-bahasan permasalahan manusia itu sendiri. Dengan kebutuhan yang tidak pernah habis manusia dibuat menjadi sibuk. Kenyataan inilah yang membuat manusia diliputi masa-lah-masalah ekonomi.
Perekonomian dunia yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia, memiliki cerita se-jarah yang panjang. Deretan-deretan tulisan yang menerangkannya pun tak akan habis di-baca, selalu ada bagian-bagian tertentu yang masih tersisa untuk dibuka dan dipahami.
Sistem perkonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara dalam memecahkan berbagai permasalahan ekonomi yang dialami oleh negara tersebut, misalnya pengaloka-sian sumber daya yang dimilikinya, pelaksanaan produksi, distribusi dan konsumsi  baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan yang mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem eks-trim tersebut.

1.2  Rumusan Masalah

Dalam penyusunan makalah ini, kami merumuskan beberapa masalah yang akan dikaji sebagai berikut :
  1. Ada berapa macam sistem ekonomi yang berlaku di dunia saat ini?
  2. Bagaimana ciri-ciri sistem-sistem ekonomi tersebut?
  3. Apa kelebihan dan kelemahan dari masing-masing sistem ekonomi tersebut?
  4. Bagaimana sistem-sistem ekonomi tersebut memecahkan berbagai permasalahan ekonominya?
  5. Apa perbedaan dari masing-masing sistem ekonomi tersebut?

1.3  Tujuan

Tujuan penyusunan makalah yang berjudul “Sistem Ekonomi” adalah sebagai berikut :
  1. Mengetahui macam sistem ekonomi yang berlaku di dunia saat ini.
  2. Mengetahui ciri-ciri sistem-sistem ekonomi tersebut.
  3. Mengetahui kelebihan dan kelemahan dari masing-masing sistem ekonomi terse-but.
  4. Mengetahui pemecahan masalah ekonomi yang dilakukan masing-masing sistem ekonomi tersebut.
  5. Mengetahui perbedaan dari masing-masing sistem ekonomi tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Macam-Macam Sistem Ekonomi

Secara garis besar, kita mengenal empat sistem ekonomi yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan situasi kondisi dan ideologi negara yang bersangkutan. Keempat sistem ekonomi tersebut adalah sebagai berikut:
  • Sistem ekonomi tradisional
  • Sistem ekonomi terpusat/komando
  • Sistem ekonomi pasar/liberal/kapitalis
  • Sistem ekonomi campuran.
  
2.1.1 Sistem Ekonomi Tradisional (Traditional Economy)

2.1.1.1 Pengertian
Sistem ekonomi ini merupakan sistem ekonomi yang dijalankan secara bersama untuk kepentingan bersama (demokratis), sesuai dengan tata cara yang biasa ditempuh oleh ne-nek moyang sebelumnya. Sistem ekonomi tradisional yang diterapkan oleh masyarakat tradisional (terpencil) secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.
Dalam sistem ini segala barang dan jasa yang diperlukan, dipenuhi sendiri oleh masyara-kat itu sendiri. Dalam sistem ekonomi tradisional, tugas pemerintah hanya terbatas mem-berikan perlindungan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain kegiatan ekonomi di sini yaitu masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi, semuanya diatur oleh masyarakat. Pada umumnya, sistem per-ekonomian ini berlaku pada negara-negara yang belum maju, dan mulai ditinggalkan. Sa-at ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam ke-hidupan sehari-hari.

2.1.1.2 Ciri-Ciri
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional adalah sebagai berikut:

  • Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana.
  • Hanya sedikit menggunakan modal.
  • Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang).
  • Belum mengenal pembagian kerja.
  • Masih terikat tradisi.
  • Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran.
  • Masyarakatnya tidak mempunyai peradaban/taraf hidup yang tinggi dan belum mengenal teknologi.
  • Masyarakatnya tidak mengenal perdagangan.
  • Semua aktivitas dilakukan secara turun-temurun menurut adat istiadat.
  • Peran sebagai produsen dan konsumen dilakukan oleh rumah tangga yang sama.
  • Kebutuhan masyarakatnya hanya pangan saja.
  • Perubahan dalam proses produksi dan konsumsi hampir tidak pernah berubah.
  • Masyarakatnya sulit menerima perubahan.
  • Masyarakatnya hidup dengan bercocok tanam, beternak dan berburu.

2.1.1.3 Kelebihan
 Kelebihan dari sistem ekonomi tradisional antara lain:

ü      Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat.
ü      Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul.
ü      Tidak individualistis.
ü      Tidak terjadi persaingan karena semuanya dilakukan berdasarkan kebiasaan.
ü      Anggota masyarakat tidak terbebani target tertentu karena kegiatan yang dilaku-kan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

2.1.1.4 Kelemahan
 Kelemahan sistem ekonomi tradisional antara lain:

v     Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitasnya rendah.
v     Mutu barang hasil produksi masih rendah.
v     Masyarakat berbuat hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak untuk meningkatkan kesejahteraan.
v     Tidak bertujuna mencari keuntungan, sehingga tidak ada motivasi untuk mencip-takan sebuah kemajuan.
v     Menganggap tabu terjadinya perubahan, sehingga sulit untuk berkembang.
v     Tidak memperhitungkan efisiensi dan penggunaan sumber daya.

2.1.2 Sistem Ekonomi Terpusat/Komando (Government Planned Economy)

2.1.2.1 Pengertian
Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi di mana peran pemerintah sangat domi-nan, berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian dan memiliki kekuasaan penuh dalam menentukan kepemilikan bisnis, laba dan alokasi sumber daya untuk mencapai tu-juan yang telah ditentukan oleh pemerintah. Pada sistem ini pemerintah menentukan ba-rang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang ter-sebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi. Pada sistem ekonomi ini, pemerintah bertindak sangat aktif, segala kebutuhan hidup termasuk keamanan dan perta-hanan direncanakan oleh pemerintah secara terpusat. Pelaksanaan dilakukan oleh daerah-daerah di bawah satu komando dari pusat.
Dengan demikian, masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduk-si, semuanya diatur oleh pemerintah secara terpusat. Kebebasan untuk melakukan kegiat-an ekonomi dibatasi sehingga inisiatif perorangan tidak dapat berkembang. Pada umum-nya sistem ekonomi terpusat ini diterapkan pada negara-negara yang menganut paham komunis. Namun karena kurang sesuai dengan aspirasi rakyat, akhir-akhir ini sudah di-tinggalkan. Pencetus gagasan sistem ekonomi terpusat ini adalah Karl Marx.

2.1.2.2 Ciri-Ciri
Ciri-ciri sistem ekonomi terpusat adalah sebagai berikut:
§         Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah.
§         Hak milik perorangan tidak diakui.
§         Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam ke-giatan perekonomian.
§         Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah
§         Semua faktor produksi (sektor perekonomian) adalah milik pemerintah.
§         Sebagian besar modal dan alat produksi dimiliki oleh pemerintah.
§         Pemerintah menggunakan semua tenaga kerja yang terdapat dalam perekonomian.
§         Pemerintah mentolerir pengangguran tersamar (orang-orang yang hanya bekerja beberapa jam saja dalam sehari).
§         Individu/kelompok tidak dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekono-mian.

2.1.2.3 Kelebihan
Kelebihan yang dimiliki oleh sistem ekonomi terpusat antara lain:
ü      Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah eko-nomi lainnya.
ü      Pasar barang dalam negeri berjalan lancar.
ü      Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga.
ü      Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan yang merata.
ü      Jarang terjadi krisis ekonomi.

2.1.2.4 Kelemahan
Kelemahan dari sistem ekonomi terpusat adalah sebagai berikut:
v     Mematikan inisiatif individu untuk maju
v     Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
v     Masyarakat tidak memiliki kebebasan untuk memiliki kekayaan dan sumber daya ekonomi.

2.1.3 Sistem Ekonomi Pasar/Liberal/Kapitalis (Market System/Price System)

2.1.3.1 Pengertian
Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi di mana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar dan setiap orang bebas berusaha, berdagang dan memiliki hak milik dalam melaku-kan kegiatan ekonomi dengan tujuan mendapatkan laba sebesar-besarnya serta memberi-kan motivasi tersendiri bagi tiap individu untuk terus maju. Sistem ini sesuai dengan ajar-an dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. Ia mengatakan bahwa “kemakmuran bangsa akan terjamin jika setiap orang diberikan kebebasan untuk menentukan sendiri apa, berapa, di mana dan bagaima-na melakukan kegiatan ekonomi”. Pada sistem ekonomi pasar, kehidupan ekonomi diha-rapkan dapat berjalan bebas sesuai dengan mekanisme pasar.
Siapa saja bebas memproduksi barang dan jasa, sehingga mendorong masyarakat untuk bekerja lebih giat dan efisien. Dengan demikian bagi produsen memungkinkan mempero-leh laba sebesar-besarnya. Jika barang atau jasa dapat dipasarkan, pada akhirnya produ-sen akan menyesuaikan dengan keinginan dan daya beli konsumen.
Salah satu ciri sistem ekonomi pasar adalah berlakunya persaingan secara bebas. Akibat-nya yang kuat bertambah kuat, sedang yang lemah semakin terdesak tidak berdaya. Un-tuk mengatasi keadaan itu pemerintah ikut campur tangan melalui peraturan perundang-undangan yang dianggap perlu, sehingga terbentuk sistem ekonomi pasar yang terkendali, bukan ekonomi bebas lagi.
Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan perusahaan swasta untuk mencip-takan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permin-taan.
Ekonomi liberal adalah teori ekonomi yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu liberal klasik seperti Adam Smith atau French Physiocrats. Sistem ekonomi liberal tersebut mempunyai kaitannya dengan "kebebasan alami" yang dipahami oleh tokoh-tokoh eko-nomi liberal klasik tersebut. Meskipun demikian, Smith tidak pernah menggunakan pa-ham tersebut. Konsep dari ekonomi liberal ialah bergerak kearah suatu sistem ekonomi pasar bebas dan sistem berpaham perdagangan bebas.

Sistem ekonomi liberal klasik adalah suatu filosofi ekonomi dan politis. Mula-mula dite-mukan pada suatu tradisi penerangan atau keringanan yang bersifat membatasi batas-ba-tas dari kekuasaan dan tenaga politis, yang menggambarkan pendukungan kebebasan in-dividu. Teori itu juga bersifat membebaskan individu untuk bertindak sesuka hati sesuai kepentingan dirinya sendiri dan membiarkan semua individu untuk melakukan pekerjaan tanpa pembatasan yang nantinya dituntut untuk menghasilkan suatu hasil yang terbaik, yang cateris paribus, atau dengan kata lain, menyajikan suatu benda dengan batas mini-mum dapat diminati dan disukai oleh masyarakat (konsumen).
Garis berpaham ekonomi liberal telah pernah dipraktikan oleh sekolah-sekolah di Austria dengan berupa demokrasi di masyarakat yang terbuka. Paham liberali kebanyakan digu-nakan oleh negara-negara di benua Eropa dan Amerika. Seperti halnya di Amerika Serikat, paham liberal dikenali dengan sebutan mild leftism estabilished.

2.1.3.2 Ciri-Ciri
Ciri-ciri dari sistem ekonomi pasar adalah sebagai berikut:
§         Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal.
§         Setiap orang bebas menggunakan  barang dan jasa yang dimilikinya.
§         Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba.
§         Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (swasta).
§         Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar.
§         Persaingan dilakukan secara bebas.
§         Peranan modal sangat vital.
§         Peranan pemerintah dalam kegiatan ekonomi sangat kurang.
§         Segala sesuatu di dalam kegiatan ekonomi ditentukan oleh kondisi pasar.
§         Kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi dilakukan sebesar-besarnya berda-sarkan mekanisme pasar, yaitu hubungan antara permintaan (demand) dan pe-nawaran (supply).
§         Harga ditentukan oleh kekuatan dalam pasar.
§         Semua sumber produksi adalah milik masyarakat individu.
§         Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.
§         Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekono-mi.
§         Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber da-ya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).
§         Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.
§         Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
§         Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi.
§         Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi

2.1.3.3 Kelebihan
Kelebihan yang dimiliki oleh sistem ekonomi pasar adalah:
ü      Menumbuhkembangkan inisiatif dan kreativitas masyarakat dalam mengatur ke-giatan ekonomi karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah.
ü      Setiap individu bebas memiliki kekayaan dan sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
ü      Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku di pasaran dan adanya persaingan semangat antar masyarakat.
ü      Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif ekonomi (mencari laba).
ü      Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat

2.1.3.4 Kelemahan
Kelemahan dari sistem ekonomi pasar adalah:
v     Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal.
v     Munculnya monopoli yang dilakukan perusahaan dapat merugikan masyarakat.
v     Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu. Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat.
v     Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
v     Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.
v     Pemerataan pendapatan sulit dilakukan, karena persaingan bebas tersebut.

2.1.4 Sistem Ekonomi Campuran (Mixed Economy System)

2.1.4.1 Pengertian
Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sis-tem perekonomian pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meski-pun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa per-aturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-ba-rang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi (pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta).
Sistem ekonomi campuran pada umumnya ditetapkan pada negara-negara berkembang. Dalam sistem ini sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui. Hal ini berarti di samping sektor swasta, terdapat pula badan perencana negara yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi.

2.1.4.2 Ciri-Ciri
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran adalah sebagai berikut:
§         Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
§         Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetap-kan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
§         Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang dalam kegiatan ekonomi.
§         Peran pemerintah ialah membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, mo-neter, membantu dan mengawasi kegiatan sektor swasta.
§         Sistem ini bervariasi antara negara yang satu dengan yang lainnya, tergantung situasi perekonomian negara yang bersangkutan.
Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat
Prancis merupakan salah satu negara yang melakukan sistem ekonomi campuran. Selama ratusan tahun, Prancis memadukan kebijakan sosialis dengan ekonomi pasar. Industri per-bankan, mobil, penerbangan, baja dan kereta api dijalankan sebagai milik negara. Semen-tara industri yang tidak begitu vital, dikuasai oleh swasta. Selama dua dekade terakhir,  Prancis mulai melepas perusahaan negara kepada swasta melalui privatisasi.              

Secara umum saat ini hampir tidak ada negara yang murni melaksanakan sistem ekonomi terpusat maupun pasar, yang ada adalah kecenderungan terhadap ekonomi pasar seperti Amerika, Hongkong, dan negara–negara Eropa barat yang berpaham liberal, sementara negara yang pernah menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba, Polandia dan Rusia yang berideologi sosialis atau komunis. Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekono-mi campuran seperti, Malaysia, Prancis dan Indonesia.  

Namun perubahan politik dunia juga mempengaruhi sistem ekonomi, seperti halnya yang dialami Uni Soviet pada masa pemerintahan Boris Yeltsin, kehancuran komunisme juga mempengaruhi sistem ekonomi Soviet,  dari sistem ekonomi terpusat (komando) mulai beralih ke arah ekonomi liberal dan mengalami berbagai perubahan positif.

2.2 Perbedaan Berbagai Sistem Ekonomi

Tradisional
Terpusat
Pasar
Campuran
Kepemelikan Sumber Daya
Individu
Pemerintah
Swasta
Pemerintah dan swasta
Harga
Belum ada perdagangan
Pemerintah
Mekanisme pasar
Pemerintah bisa mengintervensi
Persaingan
tidak ada
Tertutup
Terbuka/Bebas
Terbuka bagi industri swasta
Kepemilikan Individu
ada
Tidak ada (sangat kecil)
Ada
ada



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari ulasan yang telah kami sajikan, kami dapat menari kesimpulan sebagai berikut :
  1. Terdapat tiga sistem ekonomi yang ada di dunia ini, yaitu: sistem ekonomi tradi-sional, sistem ekonomi terpusat (komando), sistem ekonomi pasar (liberal/kapita-lis) dan sistem ekonomi campuran.
  2. Masing-masing sistem ekonomi tersebut memiliki ciri-ciri, kelebihan, kelemahan dan pemecahan berbagai masalah ekonominya yang berbeda.

3.2 Saran

1.      Disarankan para pembaca mencari referensi lain yang berkaitan dengan materi makalah ini agar mendapat pengetahuan yang lebih dari ini.
2.      Diharapkan para pembaca setelah membaca makalah ini dapat mengaplikasikan-nya di dalam kehidupan sehari-hari.


DAFTAR PUSTAKA

Adji, Wahyu, Suwerli dan Suratno. 2007. Ekonomi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga

0 komentar:

Poskan Komentar