Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Contact me on Twitter , Instagram , and Facebook
For Fast Respond, send email to 11.6837@stis.ac.id
English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Selasa, 29 Maret 2011

KONSEP REDOKS (reaksi reduksi-oksidasi)

1.    Oksidasi-Reduksi sebagai Pengikatan dan Pelepasan Oksigen

Pada awalnya, pengertian oksidasi dan reduksi dikaitkan dengan oksigen.

            Oksidasi          =  pengikatan oksigen.
            Reduksi           =  pelepasan okigen.
            Oksidator        =  sumber oksigen pada reaksi oksidasi.
            Reduktor         =  zat yang menarik oksigen pada reaksi oksidasi.


Contoh:
1.      Oksidasi belerang oleh KclO3

3S (s)   +   2KClO3 (s)   à    2KCl (s)    +    3SO2 (g)
Oksidatornya adalah KClO3

2.      Reduksi tembaga(II) oksida oleh gas hidrogen

CuO (s)    +    H2 (g)     à    Cu (s)    +    H2O (g)
Reduktornya adalah H2

2.    Oksidasi-Reduksi sebagai Pengikatan dan Pelepasan Elektron

Pengertian oksidasi dan reduksi kemudian dikaitkan dengan serah terima elektron.

            Oksidasi          =  pelepaan elektron.
            Reduksi           =  penyerapan elektron.
            Oksidator        =  menangkap elektron; mengalami reduksi.
            Reduktor         =  melepas elektron; mengalami oksidasi.
         
Reaksi yang melibatkan oksidasi-reduksi disebut reaksi redoks. Jika reduksi atau oksidasi saja disebut setengah reaksi.

          Contoh:
          Kalsium dioksidasi oleh belerang dan belerang direduksi oleh kalsium
         
Oksidasi           :           Ca        à    Ca2+    +    2e-
                        Reduksi            :     S   +   2e-     à    S2-
                                Redoks            :   Ca    +    S    à    Ca2+     +    S2-

            Oksidatornya adalah S
            Reduktornya adalah Ca

3.    Oksidasi-Reduksi sebagai Pertambahan dan Pengurangan Bilangan Okidasi

Pengertian oksidasi dan reduksi selanjutnya dikaitkan dengan perubahan bilangan oksidasi.

            Oksidasi          =  pertambahan bilangan oksidasi.
            Reduksi           =  pengurangan bilangan oksidasi.
            Oksidator        =  mengalami pengurangan bilangan oksidasi.
            Reduktor         =  mengalami pertambahan bilangan oksidasi.

          Contoh:
          Reaksi kalsium dengan belerang membentuk kalsium sulfida

                   Ca     +      S      à      Ca2+      +     S2-

                 Oksidasi
              0                                        +2

                                    Reduksi
                                 0                                         -2

Setelah melepas 2 elektron, bilangan oksidasi kalsium naik dari 0 menjadi +2, sedangkan setelah menyerap 2 elektron, bilangan oksidasi belerang turun dari 0 menjadi -2.
Oksidatornya adalah S
Reduktornya adalah Ca



CARA MENENTUKAN BILANGAN OKSIDASI

Bilangan oksidasi adalah besarnya muatan yang diemban oleh suatu atom dalam suatu senyawa, jika semua elektron ikatan didistribusikan kepada unsur yang lebih elektronegatif.

ATURAN MENENTUKAN BILANGAN OKSIDASI

  1. Unsur bebas mempunyai bilangan oksidasi = 0

Contoh:
Bilangan oksidasi H, N, dan Fe berturut-turut dalam H2, N2, dan Fe = 0

  1. Flourin (F) adalah unsur yang paling elektronegatif dan membutuhkan tambahan 1 elektron, memunyai bilangan oksidasi = -1 pada semua senyawanya.

  1. Bilangan oksidasi unsur logam selalu bertanda positif.

Contoh:
Golongan IA (logam alkali: Li, Na, K, Rb, Cs) = +1
Golongan IIA (alkali tanah: Be, Mg, Ca, Sr, Ba) = +2
            Al  =  +3                      Fe  =  +2 dan +3
            Zn  =  +2                      Hg  =  +1 dan +2
            Ag  =  +1                     Cu  =  +1 dan +2
            Sn  =  +2 dan +4          Au  =  +1 dan +3
            Pb  =  +2 dan +4          Pt   =  +2 dan +4

  1. Bilangan oksidasi suatu unsur dalam suatu atom tunggal sama dengan muatannya.

Contoh:
Bilangan oksidasi Fe dalam ion Fe3+ = +3
Bilangan oksidasi S dalam ion S2- = -2

  1. Bilangan oksidasi H umumnya = +1, kecuali dalam senyawanya dengan logam, bilangan oksidasi H = -1

Contoh:
Bilangan oksidasi H dalam HCl, H2O, NH3 = +1
Bilangan oksidasi H dalam NaH, BaH2 = -1

  1. Bilangan oksidasi O umumnya = -2

Bilangan oksidasi O dalam H2O, MgO = -2
Bilangan oksidasi O dalam F2O = +2
Bilangan oksidasi O dalam peroksida seperti H2O2 = -1
            Bilangan oksidasi O dalam superoksida seperti KO2 = -½
  1. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam suatu senyawa = 0

Contoh:
Dalam H2SO:  ( 2 x biloks H )  +  ( biloks S )  +  ( 4 x biloks O ) = 0
biloks = bilangan oksidasi

  1. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam suatu ion poliatom = muatannya.

Contoh:
Dalam S2O32-  :  ( 2 x biloks S )  +  ( 3 x biloks O) = -2

0 komentar:

Poskan Komentar