Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Contact me on Twitter , Instagram , and Facebook
For Fast Respond, send email to 11.6837@stis.ac.id
English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 30 Maret 2011

Artikel

FASILITAS UMUM YANG DISIA-SIAKAN

            Sebenarnya masyarakat Kota Palu dapat menikmati segala fasilitas umum yang sudah dibangun oleh pemerintah setempat dengan susah payah. Namun, banyak fasilitas-fasilitas umum tersebut yang dengan sengaja maupun tidak sengaja dirusak oleh oknum-oknum tertentu. Entah apa alasan mereka merusaknya. Padahal, pemerintah telah berusaha untuk memajukan Kota Palu dengan membangun fasilitas-fasilitas umum yang tentunya sangat menunjang kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Palu.

            Lihat saja Jembatan Ponulele yang baru saja selesai dibangun pada akhir tahun 2007 lalu. Jembatan tersebut dulu terlihat sangat megah dari kejauhan di mana banyak sekali lampu-lampu di sisi kanan kiri yang menyinarinya. Namun, sekarang hanya ada satu lampu saja yang menerangi jembatan tersebut yang dulu menjadi kebanggaan masyarakat Kota Palu. Hal ini terjadi dikarenakan banyak lampu yang ada di sisi-sisinya sudah hilang ataupun pecah. Dan hingga detik ini pun, Jembatan Ponulele itu masih tidak terlihat kemegahannya seperti yang dulu dari kejauhan di malam hari.
            Selain itu, halte angkutan kota yang ada di depan salah satu SMP yang cukup unggul di kota Palu pun sudah penuh dengan coretan tangan-tangan jahil. Telepon-telepon umum yang telah dibuat pun sekarang sudah banyak yang tidak berfungsi lagi. Bahkan, banyak dari telepon tersebut yang sudah tidak lengkap lagi perangkatnya dan juga sudah dicoret-coret.
            Selain telepon umum dan halte yang penuh coretan, ada juga dinding-dinding yang dengan sengaja dicoret-coret dengan kata-kata yang tidak baik. Sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai nasionalisme, seharusnya masyarakat Kota Palu wajib menjaga fasilitas-fasilitas umum yang telah ada dengan baik sehingga fasilitas-fasilitas tersebut dapat dipergunakan dengan semestinya demi kesejahteraan masyarakat Kota Palu itu sendiri. 

------------------------------------------------------------------------------------

PEMANFAATAN HUTAN HUJAN TROPIS DI INDONESIA

 Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia. Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun di daerah dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua besar. Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuh-tumbuhan, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lai, yang menempati daerah yang cukup luas.
Suatu kumpulan pepohonan dianggap hutan jika mampu menciptakan iklim dan kondisi lingkungan yang khas setempat, yang berbeda daripada daerah di luarnya. Jika kita berada di hutan hujan tropis, rasanya seperti masuk ke dalam ruang sauna yang hangat dan lembab, yang berbeda daripada daerah perladangan sekitarnya. Pemandangan-nya pun berlainan. Ini berarti segala tumbuhan lain dan hewan, serta beraneka unsur tak hidup lain termasuk bagian-bagian penyusun yang tidak terpisahkan dari hutan. 
Menurut letak geografisnya, hutan dibagi menjadi tiga macam, yaitu hutan tropis, hutan subtropis (temperate) dan hutan boreal. Hutan tropis adalah hutan yang selalu menghijau dan lebat yang terletak di sekitar garis khatulistiwa, yaitu berada antara 23,50 LU – 23,50 LS. Biasanya di daerah ini hanya mengalami dua musim saja, yaitu musim kemarau dan hujan. Hutan subtropis atau hutan temperate adalah hutan yang berada di kawasan yang mengalami empat musim, yaitu berada antara 23,50 LU - 660 LU dan 23,50 LS - 660 LS. Sedangkan hutan boreal adalah hutan yang berada di kawasan lingkar kutub, yaitu berada di atas 660 LU dan di atas 660 LS.
Untuk Indonesia, hanya terdapat hutan tropis yang terbagi ke dalam beberapa jenis hutan, antara lain hutan hujan tropis (rainforest), hutan sabana (savannah forest), hutan stepa dan hutan tundra. Hutan hujan tropis adalah hutan yang memiliki tingkat curah hujan yang tinggi. Jenis hutan ini menutupi sebagian besar Pulau Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku Utara dan Papua. Paar ilmuwan mengatakan lebih dari separuh spesies tanaman dan hewan tinggal di dalamnya. Juga lebih dari ¼ obat-obatan berasal dari sini. Hutan hujan hanya meliputi wilayah sekitar 2% dari wilayah tanah bumi, namun masih menyediakan 40% oksigen. Hutan hujan mendapatkan hujan rata-rata 50-250 inch pertahun dan memiliki kelembaban udara rata-rata 77% - 88%. Hutan hujan memiliki hamparan dedaunan hijau yang busuk di tanah yang disebut lapisan humus.
Hutan sabana adalah hutan yang terdiri dari padang rumput yang luas dan banyak ditumbuhi oleh semak-semak belukar. Hutan jenis ini banyak dijumpai di daerah yang cukup kering. Oleh karenan itu, pepohonan jarang dijumpai. Pada umumnya, hutan ini banyak terdapat di Indonesia Bagian Timur, misalnya di NTT dan NTB. Hutan sabana hampir sama dengan hutan stepa. Hanya saja di dalam hutan stepa tidak ditumbuhi semak-semak belukar, namun hanya terdiri dari padang rumput yang sangat luas saja.
Hutan tundra adalah hutan yang ditumbuhi oleh lumut saja. Hutan ini terdapat di daerah gunung yang memiliki ketinggian sekitar 1.500 – 3.000 m di atas permukaan tanah. Hutan lumut hidup subur di tempat yang berudara sangat lembab.
Banyak sekali manfaat hutan bagi kehidupan kita, yaitu:
1.      mencegah timbulnya erosi bila hujan turun.
2.   hasil hutan seperti kayu, rotan, damar, karet dan sebagainya dapat digunakan untuk kepentingan industri.
3.      sebagai penampung CO2 dan menghasilkan O2.
4.      habitat hewan.
5.      pelestari tanah.
6.      modulator arus hidrologika.
7.      melindungi kekayaan keanekaragaman hayati atau keindahan alam.
8.      sebagai paru-paru dunia.

0 komentar:

Poskan Komentar